Pada tahun-tahun sebelumnya, siswa di SMPN 5 Kepanjen hanya di suguhi ceramah dari ustad-ustad yang di undang oleh sekolah, setelah itu makan bersama-sama dengan teman-teman dan wali kelas masing-masing.
Namun untuk tahun ini, acara di isi oleh siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen sendiri, jadi siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen dapat menyalurkan bakat mereka yang mungkin masih ada yang terpendam. Acara itu di mulai sekitar pukul 07.30 WIB. Walaupun seperti itu sebelum pukul 07.00 seluruh siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen telah bersiap untuk mengikuti acara tahunan ini.
Walaupun sebelum kegiatan ini siswa kelas IX SMPN 5 Kepanjen mengikuti try out tingkat Kabupaten Malang, mereka tetap antusias dengan diadakannya kegiatan yang cukup menghibur ini.
Pembukaan acara ini di buka oleh mantan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS yang menyanyikan lagu Bondan yang berjudul RIP. Lagu ini memang membuat kesedihan karena menceritakan tentang meninggalnya seorang sahabat, namun tak sampai situ saja, acara terus berlanjut hingga pukul 10.30 wib.
Acara demi acara berlangsung dengan di isi oleh penghibur-penghibur setia di SMPN 5 Kepanjen. Hiburan yang diadakan sekolah ini bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga serangkaian lomba dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Ada lomba pidato, puisi, bahkan karaoke dan musik religi yang bisa ditampilkan bersama teman-teman satu grup band.
Ada yang tampil penuh dengan keharuan, ada yang malu-malu, bahkan ada yang malu-maluin dengan gayanya yang kurang patut di contoh. Tapi mereka tak pernah malu bila di olok oleh teman mereka, karena menurut mereka acara ini juga sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan ke-Percaya dirian para siswa.
Banyak Kreatifitas yang di tampilkan para siswa, mungkin yang paling menarik saat penampilan Band-Band ala anak SMPN 5 Kepanjen. Siswa lain memberi respon yang baik saat band siswa tampil, bahkan ada yang sampai berteriak-teriak memanggil nama vokalis karena suaranya yang sangat merdu.
Setiap tahunnya sekolah Adiwiyata ini bila merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW memang tidak pernah menyuruh siswanya membawa bermacam-macam buah ataupun kue karena tidak mau menyusahkan siswanya yang mungkin tidak punya biaya cukup untuk membeli kue yang harganya lumayan tinggi.
Jadi masalah konsumsi selalu di serahkan pada Ketua Kelas masing-masing yang akan di koordinasi dengan warga kelasnya dan wali kelas masing-masing agar tidak terlalu terbebani. Itupun menjadi bermacam-macam konsumsi yang mungkin tiap kelas berbeda.
Ada yang memesan kue langsung jadi, buah-buahan bahkan ada yang makanannya memasak sendiri. Yang paling mengesankan itu bila konsumsi di buat sendiri dan membuatnya dengan bergotong royong antar sesama warga kelas. menikmatinya pun di kelas masing-masing, sehingga karakter siswa yang berupa kekeluargaan benar-benar terbentuk di sekolah ini.

kerennnn.............
BalasHapusmakasih :)
BalasHapus