Selasa, 11 September 2012

Merpati Putih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).

Arti Nama dan Motto

Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

Sejarah

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton. Termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro.
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
  • BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
  • PH SINGOSARI: Grat-II
  • R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
  • GAGAK HANDOKO: Grat-IV
  • RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
  • R BONGSO DJOJO: Grat-VI
  • DJO PREMONO: Grat-VII
  • RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
  • KROMO MENGGOLO: Grat-IX
  • SARING HADI POERNOMO: Grat-X
  • POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI
Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
  • Memiliki rasa jujur dan welas asih
  • Percaya pada diri sendiri
  • Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
  • Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
Ketua Umum Merpati Putih periode sekarang adalah Dr. Ing. Fauzi Bowo (gubernur DKI Jakarta) yang merupakan pesilat Merpati Putih tingkat Khusus 2.
Pada tanggal 7 Oktober 2000, bertempat di Salt Lake City USA, Merpati putih yang dipimpin oleh Ketuanya, mengikuti sayembara yang diadakan oleh JREF (James Randy Educational Fondation) yang berhadiah 1.000.000 dollar, merpati putih mendemonstrasikan ilmu yang dinamakan vibravision (getaran). Pada demo pertama menggunakan tutup mata yang dibawa sendiri. Kontestan dari merpati putih yang merupakan murid senior yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang ini, unjuk gigi dengan berhasil mencari warna bendera yang sesuai dengan yang ditunjukkan dengan tingkat akurasi 100 persen, akan tetapi keesokan harinya ketika tes dimulai oleh pihak JREF dengan menggunakan tutup mata yang disediakan oleh panitia, akurasi dari kontestan Merpati Putih turun drastis hingga mendekati 0 persen yaitu hanya 3 yang benar dari 19 percobaaan.
Acara utama sesungguhnya adalah meresmikan cabang MP di Utah, Amerika Serikat. Penandatanganan akte notaris, mencoba bentuk/model organisasi/perguruan pencaksilat yg di manage modern, lengkap dengan paten, perizinan, rancangan kerja yang bisa menghidupi perguruan dan juga para pelatihnya. Juga sekaligus mengunjungi pusat pelayanan tunanetra di San Fransisco.
Bonusnya mencoba tantangan James Randy. Pelaksanaannya di Weber University, Ogden, Utah. Bertempat di laboratorium fisika (unggulan Weber University pada fakultas fisika). Bentuk bangunan mirip planetarium, tapi pendek. Atapnya setengah bola, dari beton tebal. Kalau di dalam, handphone mati signal. Betul-betul kedap suara dan kedap gelombang elektronik. Frekuensi berapapun tidak akan bisa keluar masuk lab.  Letak lab itu agak jauh dari gedung kampus, dekat dengan pangkalan pelatihan F-16, yang dijamin tidak kelihatan di peta.
Masuk lab melalui pintu dan dinding berlapis. Ditengah ruangan ada kotak yg dijadikan meja, ukurannya sekitar lebar 1 meter, tinggi 90 cm, panjang 4-5 meter. Ujung-ujung meja ditutup logam selebar 60 cm. Meja tersebut bermuatan listrik statis yg cukup kuat. Ada yg seperti berdengung dibawah kotak. Tidak diduga, pesilat yg di test akan duduk disitu. Menjelang pelaksanaan test, kecuali para pesilat dan Nate Zelesnick sebagai saksi, disamping para "sarjana fisika" sebagai petugas yang melakukan pengetesan, semua harus meninggalkan gedung lab. Setelah selesai, mereka keluar, dan dinyatakan gagal. Terjadi keributan kecil karena Nate protes keras. Tissue basah yang dipakai membersihkan seputar mata terasa amat pedas, sangat mengganggu konsentrasi, protes di dalam lab tidak diterima.Anggota tim, dokter Heru (mahasiswa super spesialis bedah pita suara di fakultas kedokteran Utah university, pelatih MP), masuk untuk melihat sampel tissue. Ternyata yg dipakai adalah tissue basah antiseptic yang dipakai dokter bedah militer untuk membersihkan sekitar luka sebelum operasi darurat. Sangat pedas. Apalagi kelopak mata belum kering langsung ditempel semacam lakban kedap sinar.
Karena ujicoba adalah jenis paling mudah dibanding kualifikasi pesilat yg diuji (hanya mendeteksi warna-warna potongan kain yg diacak diatas kotak/meja), padahal kualifikasi kemampuan deteksi lebih dari itu, misal mendeteksi urutan setumpuk kartu bridge tanpa salah, mendeteksi narkoba yang disembunyikan, dan sebagainya. Merpati Putih kecolongan tidak waspada karena ada jebakan pada pasal-pasal yg ditandatangani.
Kesimpulan, protes ditolak. Meski esok sorenya, mata para pesilat baru bisa sembuh dari merah gatal.
Atas bantuan dari seorang informal leader di Utah yang sekaligus sahabat dari (alm) Gus Dur, pesilat Merpati Putih diuji coba sekali lagi di bagian kedokteran mata Universitas Utah. Hasilnya berhasil 100%.

Beladiri Tangan Kosong (Betako)

Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata/tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karakteristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari.
Senjata khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.
KUDI Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat senjata khas.
KUDI khas Merpati Putih.jpg

Tujuan

PPS Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar berwatak dan berkepribadian luhur, berbudi, kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.
Seni beladiri adalah seperti pisau bermata dua, dapat digunakan untuk menolong maupun melukai. Untuk itulah suatu seni beladiri harus memiliki dasar-dasar filosofi yang kuat di dalam pengajarannya, agar tidak salah dan tidak disalahgunakan. Pada akhirnya, apapun yang dicapai oleh praktisi beladiri akan mengarah pada aspek vertikal terhadap Tuhan Sang Maha Pencipta.

Jurus dan Tenaga Dalam

Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB).
Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
Urutan pemahaman gerakan pada Merpati Putih adalah: Gerak Dasar --> Gerak Pengarahan --> Gerak Naluri (plus getaran).
Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan.
Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.
Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan. Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN. Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam.
Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.

Tingkatan dan Latihan

Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:
  • Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
  • Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
  • Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Penyegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
  • Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

Sikap Hormat Perguruan

"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1. Dua jari di depan kening
  • Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
  • Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
  • Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.
2. Tangan mengepal
  • Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.
3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)
  • Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

Arti Baju Seragam Merpati Putih

1. Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.
Artinya :
  • Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
  • Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
  • Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.
2. Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.
3. Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1. Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3. Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6. Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7. Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.

Guru dan Pewaris

Sang Guru :
Saring Hadi Poernomo (Ayah Mas Poeng dan Mas Budi)
Guru Besar :
Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Poeng)
Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi)
Dewan Guru :
Yadi Mintorogo (Mas Yadi)
Soenarjo (Mas Nardjo)
Mulyanto Tambak (Mas Mul)
M. Poerwono (Mas Poer)
Pewaris Muda :
Amos Priono Tri Nugroho (putra dari Mas Poeng)
Nehemia Budi Setyawan (putra dari Mas Budi)

Perkembangan Merpati Putih

Perkembangan Merpati Putih dari sejak berdiri tanggal 2 April 1963 sampai saat ini dapat dicatat sebagai berikut:
  • Tahun 1968 mendapat kehormatan melatih anggota seksi I Korem 072 dan Anggota Bataliyon 403/ Diponegoro di Yogyakarta
  • Tahun 1973 bekerja sama dengan AKABRI udara dan beberapa tenaga ahli dari fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada dipimpin oleh Prof .Dr .Achmad Muhammad, mengadakan penelitian dari segi-segi yang menyangkut metode latihan Betako Merpati Putih. Hasil penelitian ini mendorong pengembangan yang lebih luas wawasan Merpati Putih.
  • Tahun 1976 mendapat kehormatan melatih para Anggota Pasukan Pengawal Presiden ( PASWAPRES ).
  • Tahun 1977 Terbentuk Cabang Jakarta dan sekaligus mendapat peluang melatih para anggota Koppasandha di Cijantung.
  • 5 oktober 1978 peragaan hasil latihan oleh Anggota Koppasandha tersebut pada perayaan HUT ABRI.
  • Tahun 1983 kerja sama dengan pusat jasmani Militer Komando Pengembangan Pendidikan dan latihan TNI AD
  • Tahun 1984 kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta mengadakan penelitian tentang Manfaat latihan Merpati Putih.
  • Tahun 1987 kerja sama dengan yayasan jantung sehat dan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dipimpin oleh Dr.Dede Kuswara.
  • Tahun 1987 Tour bersama IPSI ke Eropa dalam misi Budaya Bangsa
  • Tahun 1989 Partisipasi dalam pembukaan SEA GAMES di Jakarta
  • Tahun 1990 bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Tahun 1991 pelatihan Tuna Netra
  • Tahun 1992 Membawa dan memperkenalkan Tuna Netra hasil latihan ke Eropa .
  • Tahun 1992 Partisipasi latihan untuk Tim PSSI Yunior (Kejuaraan Yunior Asia 1992 ) dan Tim PSSI PRA PIALA DUNIA 1992
  • Tahun 1994 Tour persahabatan ke Belanda
  • Tahun 1994 bersama KADIN peragaan di Brunei Darussalam
  • Tahun 1994 Melatih Tuna Netra Kerajaan Oman
  • Tahun 1995 kerja sama dengan yayasan Kartika Ddstarata (Yayasan Tunanetra Persit Kartika Chandra Kirana TNI AD ) melatih Tuna Netra se-Indonesia
  • Tahun 2009 bekerja sama dengan PEMPROV DKI Jakarta dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung dari kerusakan
  • Tahun 2010 Pemantapan dan Penyeragaman Pelatih Se Jabotabek dan sekitarnya.
  • Tahun 2010 Program Pelatihan Ekskul SD, SMP, SMA
  • Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk tergabung dalam tim pencari korban bencana alam. Getaran akan digunakan untuk deteksi lokasi korban bencana alam (banjir, kebakaran, tanah longsor, dsb)
  • Tahun 2011 melakukan pagelaran teater silat berbasis gerakan dan keilmuan Merpati Putih (tata gerak, power, dan getaran tutup mata) di Gedung Kesenian Jakarta dengan tema "PENDEKAR KELANA".
Selanjutnya dari Tahun ke Tahun PPS Betako Merpati Putih berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air bahkan Manca Negara. Sampai saat ini telah terbentuk 10 PENGDA dan 85 Cabang di seluruh Indonesia dan 4 Cabang di luar negeri.
Merpati Putih adalah salah satu perguruan silat yang mendapatkan akses pada militer khusus dengan dilatihnya para special force Indonesia seperti Kopassus (TNI-AD), Marinir, Kopaska (TNI-AL), Paskhas (TNI-AU), Brimob (Kepolisian). Pelatihan ini menunjukkan tidak adanya unsur klenik atau magis di dalamnya. Merpati Putih juga aktif berpartisipasi di dalam event-event nasional dan internasional seperti World Martial Arts Festival dan International Martial Arts.
Para Dewan Guru, Guru Besar, Pewaris, dan Senior senantiasa mengembangkan secara aplikatif beragam aspek dari getaran. Beberapa hasil aplikatif dari getaran (vibravision) yang berhasil dikembangkan oleh Merpati Putih:
  • Program Normalisasi Diabetes
  • Program Pelatihan Tuna Netra (atau siapa saja yang kehilangan daya lihat karena kecelakaan atau disebabkan oleh penyakit seperti Glukoma, Retinitis Pigmentosa dan lain-lain)
  • Program Pelatihan Tuna Netra yang buta total akibat kerusakan pada mata yang akut
  • Program Kecantikan Kulit
  • Program 'Lepas Kacamata' bagi mata yang minus, plus, atau silinder
  • Program Penghancuran Batu Ginjal (masih tahap riset)
  • Regenerasi sel-sel tubuh (program kebugaran untuk manula dan yang menderita penyakit)
  • Deteksi radiasi nuklir (bekerja sama dengan BATAN). Hasilnya, getaran Merpati Putih lebih cepat mendeteksi keberadaan radiasi dibanding alat dari BATAN
  • Deteksi narkoba di Mapolda Metro Jaya (Jakarta, bekerja sama dengan Brimob DKI Jakarta). Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba meski disembunyikan pada mobil, kantong, jaket, lemari, sepatu, dan yang lainnya.

Pesilat Nasional dan Dunia

Merpati Putih ikut memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara dengan beberapa anggota yang menjadi pesilat nasional dan dunia seperti:
  • Joko Suprihatno (Juara Dunia)
  • Haris Nugroho (Juara Dunia)
  • Dian Kristanto (Juara Dunia, Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2010 di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah)

Pranala luar

Kamis, 09 Agustus 2012


BODOH !

  
Kebersamaan yang kosong.
Tak ada cinta yang menyinari hati.
Cinta awal sebuah masalh.
Cinta butakan segalanya.

Cinta tak berharga.
Cinta membawa sengsara.
Karna cinta hanya sementara.
Karna cinta hanya kepedihan.

Apakah kekerasan arti dari cinta ?
Seperti inikah cara membalas cinta ?
Sungguh tega atas luka yang kau ciptakan.
Sungguh perih, yang tak terlupakan.

Manis senyummu tak semanis senyum sahabatku.
Walau beripun yang kau luapkan.
Takkan pernah mengalahkan senyum sahabatku.
Karna sahabat adalah cermin jiwaku.
Dan cinta hanyalah cermin ragaku.


(Karya : X . 11 SMANEKA)


Kamis, 09 Februari 2012

ULANG TAHUN YANG TAK ADA BANDINGANNYA

Pada tanggal 10 Februari 2012 ini, SMPN 5 Kepanjen di ramaikan oleh Band dan Artis lokal warga SEMPARI PANCA dalam perayaan ulang tahun Baginda Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Tahun ini perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 5 Kepanjen lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, dan lebih mengandung arti.
Pada tahun-tahun sebelumnya, siswa di SMPN 5 Kepanjen hanya di suguhi ceramah dari ustad-ustad yang di undang oleh sekolah, setelah itu makan bersama-sama dengan teman-teman dan wali kelas masing-masing.
Namun untuk tahun ini, acara di isi oleh siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen sendiri, jadi siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen dapat menyalurkan bakat mereka yang mungkin masih ada yang terpendam. Acara itu di mulai sekitar pukul 07.30 WIB. Walaupun seperti itu sebelum pukul 07.00 seluruh siswa-siswi SMPN 5 Kepanjen telah bersiap untuk mengikuti acara tahunan ini.
Walaupun sebelum kegiatan ini siswa kelas IX SMPN 5 Kepanjen mengikuti try out tingkat Kabupaten Malang, mereka tetap antusias dengan diadakannya kegiatan yang cukup menghibur ini.
Pembukaan acara ini di buka oleh mantan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS yang menyanyikan lagu Bondan yang berjudul RIP. Lagu ini memang membuat kesedihan karena menceritakan tentang meninggalnya seorang sahabat, namun tak sampai situ saja, acara terus berlanjut hingga pukul 10.30 wib.
Acara demi acara berlangsung dengan di isi oleh penghibur-penghibur setia di SMPN 5 Kepanjen. Hiburan yang diadakan sekolah ini bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga serangkaian lomba dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Ada lomba pidato, puisi, bahkan karaoke dan musik religi yang bisa ditampilkan bersama  teman-teman satu grup band.
Ada yang tampil penuh dengan keharuan, ada yang malu-malu,  bahkan ada yang malu-maluin dengan gayanya yang kurang patut di contoh. Tapi mereka tak pernah malu bila di olok oleh teman mereka, karena menurut mereka acara ini juga sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan ke-Percaya dirian para siswa.
Banyak Kreatifitas yang di tampilkan para siswa, mungkin yang paling menarik saat penampilan Band-Band ala anak SMPN 5 Kepanjen. Siswa lain memberi respon yang baik saat band siswa tampil, bahkan ada yang sampai berteriak-teriak memanggil nama vokalis karena suaranya yang sangat merdu.
Setiap tahunnya sekolah Adiwiyata ini bila merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW memang tidak pernah menyuruh siswanya membawa bermacam-macam buah ataupun kue karena tidak mau menyusahkan siswanya yang mungkin tidak punya biaya cukup untuk membeli kue yang harganya lumayan tinggi.
Jadi masalah konsumsi selalu di serahkan pada Ketua Kelas masing-masing yang akan di koordinasi dengan warga kelasnya dan wali kelas masing-masing agar tidak terlalu terbebani. Itupun menjadi bermacam-macam konsumsi yang mungkin tiap kelas berbeda.
Ada yang memesan kue langsung jadi, buah-buahan bahkan ada yang makanannya memasak sendiri. Yang paling mengesankan itu bila konsumsi di buat sendiri dan membuatnya dengan bergotong royong antar sesama warga kelas. menikmatinya pun di kelas masing-masing, sehingga karakter siswa yang berupa kekeluargaan benar-benar terbentuk di sekolah ini.

Rabu, 25 Januari 2012

SEKOLAH ADIWIYATA SMPN 5 KEPANJEN

Memasuki kawasan SMPN 5 Kepanjen seperti menemukan oase yang tersembunyi. Betapa tidak, lokasi sekolah itu berada di pinggiran Kota Kepanjen. Siapa sangka di kawasan pinggiran itu terdapat sekolah yang memiliki prestasi nasional. Awal masuk di SMPN 5 Kepanjen kita akan di sambut segarnya oksigen ketika menjejakkan kaki di areal sekolah tersebut. Pepohonan tampak dimana-mana, dipadu dengan taman yang di atur sedemikian rupa. Halaman dan setiap jengkal sekolah sangat bersih, nyaris tak ada sampah kecuali daun yang berguguran dari atas pepohonan.
Memang pelestarian lingkungan hidup menjadi perhatian serius sekolah yang dipimpin Bapak Sutikno,M.pd untuk menjadikan SMP N 5 Kepanjen sebagai sekolah bercirikan peduli dan berbudaya lingkungan.hal ini dilakukan dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang mampu menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan hidup.sekolah yang ber alamat di Jalan Krajan Raya 144 Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen ini mulai di pimpin oleh Bapak Sutikno,M.pd tahun 2007. Bapak Sutikno,M.pd selalu menanam pohon saat memasuki sekolah barunya sebagai Kepala Sekolah ataupun guru mata pelajaran,bila ditanya mengapa beliau menanam pohon, beliau pasti akan menjawab “karena tumbuhan adalah sumber kehidupan, dengan menanam maka kita juga berinvestasi untuk orang lain”. Begitu juga dengan apa yang beliau lakukan di SMPN 5 Kepanjen, beliau harus empat kali menanam pohon untuk menarik minat para siswa. Proses rindangnya SMP itu praktis dilakukan mulai tahun 2007 dan meraih Adiwiyata pada tahun 2009. Tentu saja beliau juga berkeinginan meraih Adiwiyata Mandiri pada tahun 2012. Beliau memang hebat, mampu mengubah sekolah yang semula tandus dan gersang menjadi rindang. Pada tahun 2010 dan 2011, SMPN 5 Kepanjen berhasil meraih piala Adiwiyata berturut-turut. Maka di tahun 2012 ini, segenap keluarga besar SMPN 5 berjuang untuk meraih Adiwiyata Mandiri. Tantanganya cukup besar karena harus bersaing dengan 46 sekolah lain di seluruh Indonesia. SMPN 5 Kepanjen pernah mendapat pesan dari Drs.Suwandi,Msc agar kurikulum yang berbasis pendidikan lingkungan hidup di SMP ini harus di mantapkan.
Bukan hanya dalam hal lingkungan hidup saja yang diajarkan di SMPN 5 Kepanjen, tetapi berbagai carapun dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM baik siswa maupun guru.Salah satunya dengan menggandeng berbagai organisasi lokal, regional, nasional bahkan internasional. Dengan mendapat pengetahuan dari pemateri maka diharapkan bisa mengubah perilaku dan berujung praktis dalam kehidupan sehari-hari. contohnya, workshop lingkungan hidup yang bertemakan carbon footprint, sungai dan keanekaragaman hayati yang menghadirkan tiga mahasiswa asing dari Emily Cousins (University of Melbourne Australia), Sina Lenski (University of Oldaburg Jerman), Vijay Chaitanya (Jawaharlal Nehru Technological University India) yang diikuti 60 siswa. Dengan adanya pemateri asing, setidaknya ada tukar pikiran lintas budaya. Salah satunya, dalam hal menyikapi masalah global yakni perubahan iklim. Sekolah ini juga mendatangkan BLH Provinsi Jawa Timur, Tunas Hijau Club Surabaya, Eco Mobile. contohnya workshop lingkungan hidup yang bertemakan penipisan lapisan ozon yang disampaikan oleh Tunas Hijau Club Surabaya. Selain mendapat materi, peserta workshop diajak terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan penerapan termasuk mengajak masyarakat yang ditemui dalam serangkaian tema yang terbagi dalam beberapa kelompok. Tidak hanya kegiatan didalam arena SMPN 5 Kepanjen saja yang pernah dilakukan. Dari sekian banyak siswa SMPN 5, 15 diantaranya di seleksi umtuk menjadi tutor sebaya di MTsN Jabung, Blitar.
Tak bisa di pungkiri, perjuangan segenap keluarga besar SMPN 5 Kepanjen sungguh berat dalam mewujudkan prestasi tersebut. Sekolah mengawali prestasi di bidang lingkungan justru dari juara III UKS tingkat Jawa Timur pada tahun 2008. Yang dilanjutkan menjadi nominasi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2009 Pada tahun yang sama, SMP yang berbatasan dengan kecamatan Pagak itu menjadi calon sekolah Adiwiyata tingkat nasional tahun 2009. Perjuangan warga SMPN 5 Kepanjen akhirnya terwujud dengan diraihnya Piala Adiwiyata I tingkat nasional tahun 2010 dan tahun 2011 meraih Piala Adiwiyata II tingkat nasional dan alan berjuang meraih Adiwiyata Mandiri pada tahun 2012.

Sabtu, 21 Januari 2012

sekolahku tercinta

Awalnya aku tak pernah menyangka bisa bersekolah di SMPN 5 Kepanjen. Sekolah yang belum pernah aku ketahui sebelumnya. Dan yang pada awalnya aku kira sekolah ini adalah sekolah yang tak bermutu karena letaknya di desa yang jauh dari keramaian kota.
Tapi jauh dari bayanganku sebelumnya, sekolah ini benar-benar luar biasa. Sekolah ini mengenalkan kepadaku banyak hal yang belum pernah aku ketahui sebelumnya.Yang paling aku sukai SMPN 5 Kepanjen membawa nama baik diriku di depan banyak orang. SMPN 5 Kepanjen adalah salah satu sekolah bergelar ADIWIYATA di Indonesia.
Namun yang aku ketahui di SMPN 5 Kepanjen ini ADIWIYATA bukan hanya sebagai gelar, namun juga sebagai simbol perilaku warga SMPN 5 sendiri. Di sekolah ini aku punya banyak pengalaman dan punya banyak teman.
Awal masuk di sekolah ini aku di kenalkan banyak tentang lingkungan hidup dan program adiwiyata. Bahkan aku sering ikut kegiatan yang berhubungan tentang adiwiyata. Seperti mengikuti workshop bersama kakak-kakak dari Tunas Hijau Club Surabaya, lalu mengikuti sosialisasi dan bahkan menjadi tutor sebaya di MTsN Jabung, Blitar.
Bicara soal teman, aku punya banyak sekali teman di sekolah ini, bahkan bisa di bilang, satu sekolah ini mengenali aku. Kelas 7 aku disini, sama sekali bukan masa yang indah dan mengenang. Justru aku tidak ingin peristiwa-peristiwa kelas 7 disini terulang kembali, terang saja waktu kelas 7 aku sering membuat ulah yang aku tahu ini benar-benar melanggar peraturan di sekolah ini.
Namun pada awal masuk di sekolah ini, aku memang bukan siapa-siapa yang tidak tahu apa-apa. Tak ada anak yang aku kenal disini. Namun dengan sombongnya aku memasuki sekolah ini dengan santai dan gaya menantang. Saat tiba aku menetap di kelas 7A aku mengenal seorang cewek cantik yang kemudian menjadi teman dekatku, Anis namanya.
Dia punya musuh yang juga ada di kelas 7A, yang akhirnya menjadi musuhku juga, namun takdir berkata lain. Aku, Anis, Malvin dan Lutfi yang sebelumnya bermusuhan. Menjadi teman yang sangat akrab. Kami melakukan banyak kegiatan bersama, maen bersama, mengerjakan tugas bersama, bahkan pacaranpun bersama.
yah,, pacaran.. kalau tentang pacar jangan tanya. Aku sudah berkali-kali pacaran, aku di kenalkan dengan yang namanya pacaran oleh Anis. Namun pacaran memang tak baik untukku, pacaran membuatku lupa dengan kewajibanku "BELAJAR". Yang akhir-akhirnya membuat nilai mata pelajaranku turun drastis. Di kelas kerjaanku hanya smsan.
Sebetulnya aku adalah anggota OSIS di SMPN 5 Kepanjen. Tapi aku tak suka karena anak osis itu selalu sibuk, waktunya pulang tak pernah pulang duluan, dan waktunya libur malah masuk. Tapi hal itu tidak bertahan lama, karena murid-murid yang bermasalah di sekolah ini selalu di bina oleh guru BK dan kesiswaan.
lagi-lagi aku benar-benar beruntung, menjadi murid di sekolah yang luar biasa ini. Saat kenaikan kelas nanti aku bertekad untuk merubah diriku, yang di anjurkan oleh guru BKku menjadi anggota osis kembali. Dan aku berhasil. Dalam kandidat ketua osis aku menjadi salah satunya. Namun aku belum berhasil menjadi ketua osis, Aku hanya menjadi Bendahara osis, walaupun hanya sebatas sebagai bendahara, itu pun butuh tanggung jawab yang besar, dan dari osis inilah aku menjadi orang yang belajar bertanggung jawab.
Saat kelas 8 dan aku menjadi anggota osis, aku mengikuti banyak kegiatan. Yang paling aku suka itu saat aku mengikuti workshop bertema "LAPISAN OZON" yang di bina oleh TUNAS HIJAU CLUB dari Surabaya. Setelah seharian aku mengikuti seruntutan kegiatan dalam workshop ini, sore harinya aku dan teman-teman yang terpilih menjadi tutor sebaya untuk acara di MTsN Jabung berdiskusi untuk persiapan esoknya,
Kami membicarakan segala hal yang kami butuhkan untuk acara besok. Setelah semua selesai kami pulang an yang rumahnya dekat dengan sekolah, di anjurkan untuk melanjutkan diskusi karena waktu sudah mendekati adzan magrib.
Hari rabu telah tiba, kami semua telah berkumpul di taman sekolah dan bersiap untuk berangkat. Acara di MTsN Jabung sangat menarik sekali untuk di ikuti.Sampai banyak kenangan bersama teman-teman disana yang tidak bisa kami lupakan dan memang tak boleh untuk di lupakan.
Yang aku kagumi dengan SMPN 5 Kepanjen adalah sekolah ini selalu peduli dan mengurusi murid-muridnya yang bermasalah, tak peduli murid itu anaknya siapa selalu di ajarkan menjadi anak yang berkarakter. Selama aku sekolah disini, aku selalu ingat visi sekolah ini "BERPRESTASI BERDASARKAN IMTAQ DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN".
Aku kira di sekolah ini hanya mengajarkan tentang lingkungan, namun jangan salah masalah keagamaan pun selalu di terapkan. Yang biasa di sampaikan oleh pembina upacara, terutama masalah tata tertib dan KBM (kegiatan belajar mengajar).
Tahun ini SMPN 5 Kepanjen akan menerima penghargaan ADIWIYATA MANDIRI. yang telah lama menjadi kebanggaan sekolah ini. Saya yakin sekolah ini dapat mencapai apa yang selalu di impikan, karena sekolah ini tak pernah berhenti bermimpi dan bekerja keras, karena itulah cara agar dapat mencapai kesuksesan.