Alarm sudah berbunyi sekitar dua menit yang lalu, namun tetap saja
Liha tak mau beranjak dari tempat tidurnya.Dia tak menyadari kalau waktu
berjalan dan semakin siang. “Loh, sudah jam 5 toh?” Teriak Liha ketika dia
sadar bahwa alarm pada jamnya telah memanggil-manggilnya sejak tadi. Dengan
keadaan semangat tak semangat dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan
diri sebelum berangkat ke sekolah.
Lagi-lagi harus ke sekolah, pikirnya
dalam hati.Akhir-akhir ini Liha memang sedikit malas ke sekolah, alasannya
berbeda dengan teman-temannya seperti karena banyak tugas, malas di omelin guru
namun karena Liha malas bertemu cowok yang dia suka dan pacar tersayang cowok
itu.Intinya sih cemburu.Cowok keren yang di taksir Liha bernama April.
#ku
menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu. Tak akan ku ganggu kau dengan
kekasihmu. Ku kan selalu disini untuk menunggumu….
Terdengar ringtone favorit Lia yang
bertanda ada telefon masuk.“Duh!Siapa sih pagi-pagi gini nelfon.”Liha
menggerutu. “Halo, Ada apa sih Tika?! Pagi-pagi gangguin orang aja.”Bentak Liha
pada Tika, sobat kentelnya.
“Idih, kenapa lu! Pagi-pagi malah
marah kayak kecoak salahurat gitu!” sewot Tika.“Eh, pakek ngatain aku lagi!
Entar aja deh ngobrolnya kalau udah di sekolah, takut telat nih. Daa
assalamualaikum.”Terocos Liha tanpa tau apakah Tika masih mendengarnya atau
tidak.“Waalaikumsalam. Uh dasar Liha, untung aja aku sabar bertemen sama kamu.”
Tika ngedumel sambil ngliatin layar hapenya.
Jam udah nunjukkin pukul 06.00 dan
biasanya Liha sudah berangkat ke sekolah, berbeda dengan hari ini. Dia baru
berangkat jam enam lebih seperempat. Saat sampai di sekolah Tika menyambut Liha
dengan sedikit kehebohan. “He anak paling rajin jam segini baru dateng.” Sontak
Liha meneriaki balik “Diam kamu! Lagi unmood ke sekolah nih L.”
“Lebay luh..bukannya seneng nih hari ini kan ada rapat NEMA.” Tika mencoba
menggoda Liha.
NEMA adalah nama majalah di sekolah mereka, dan Liha adalah wakil redaksi
majalah itu. “Loh kan Tika mulai deh ..seneng apanya coba? Biasanya kan juga
sering ada rapat.”Liha sedikit membela diri. “Tapi kan ini kesempatan kamu buat
mandangin pangeran kamu tanpa takut sama ceweknya yang kayak nenek lampir itu. Hahaha.”Tika
malah membuat lelucon. “Itu sih kamu Tik, suka ngambil kesempatan dalam
kesempitan, kalau aku sih nggak kayak gitu.” Lagi-lagi Liha membela diri.Tanpa
menunggu celotehan dari Tika, Liha langsung berbalik badan dan menuju ruangan
khusus redaksi NEMA.
Ternyata di dalam ruangan itu teman-teman redaksi NEMA telah
berkumpul dan sepertinya mereka menunggu kedatangan Liha.“Eh, kemana aja sih?
Gak dengerin pengumuman kemarin ya, yang lain pada tepat waktu ini molor
sendiri.” April memarahi Liha, dan tentu saja Liha dibuat geram olehnya.“Kamu
tuh bisa nggak sih, sehari aja gak ngomelin aku!Oke aku sadar aku salah, tapi
jangan bentak-bentak aku di muka umum dong, malu tauk!”Liha dan April malah
terlibat perdebatan yang akhirnya di hentikan oleh teriakan Sani, pacar
April.“Kalian tuh kayak anak kecil ya, pagi-pagi udah ribut. Bisa diem gak
sih.”Sontak semua orang di dalam ruangan memperhatikan mereka bertiga.
“Udah dong guys debatnya. Di lanjutin kalau rapatnya sudah usai,
oke! Kasihan temen-temen pada nungguin tuh.”Sahut Deva salah satu redaksi NEMA.
“kedatengan Liha tuh bikin suasana jadi muram.” Bisik Sani pada temannya.Liha
pun hanya bisa terdiam seraya memperhatikan wajah April yang innocent itu.Dan
rapat pun kembali dilanjutkan.Sedangkan Sani masih saja memasang wajah cemburu
pada Liha dan April.Terang saja April dan Liha terlihat begitu dekat, namanya
juga ketua dan wakil ketua redaksi.Namun Sani tetap tidak mau menerima alasan
yang menurutnya tak masuk akal itu.
Saat rapat usai semua redaksi dan koordinator divisi melaksanakan
diskusi untuk pembagian tugas dalam penyelenggaraan acara ulang tahun NEMA.Di
tengah-tengah diskusi tersebut entah disengaja atau tidak April dan Sani
tiba-tiba menyanyikan lagu Rossa yang berjudul Ku Menunggu. Kemudian ada yang berbisik-bisik,
“Kok mereka tega ya, padahal kan April dan Sani tau kalau Liha udah naksir sama
April sejak kelas 7.” Dan anak yang lain menyahutnya, “Kamu kayak ndak tau Sani
aja, dia kan memang hobinya nyakitin orang lain.” Anak-anak itu langsung terkejut
karena baru menyadari Liha telah berdiri di belakang mereka.“Kalian kalau
ngomongin orang jangan di depannya di belakangnya aja ya.”Sindir Liha pada
anak-anak itu.
Di SMPN 4 Pertiwi memang sejak lama sudah banyak yang tau kalau
Liha naksir sama April. Jelas saja mereka berdua adalah ikon kebanggaan dari
sekolah itu, jadi mereka cukup terkenal.Apalagi sejak April berpacaran dengan
Sani yang dikenal sok dalam segala hal disana. Dan anak-anak di sekolah itu
akan lebih setuju bila April berpacaran dengan Liha, yang dikenal baik dan
pandai.
“Betek betek betek, pingin pulang.Males ke sekolah deh kalau tiap
hari kayak gini. Pingin terjun ke jurang paling dalem di dunia rasanya.”Liha
ngomel-ngomel sendiri yang tak sengaja terdengar oleh Tika, “Ngapain buk
seharian ngomel muluk, udah sabar kamu kayak baru kenal aja ama Sani.Aku udah
tau ceritanya kok, tadi anak-anak pada ngomongin kamu sama si nenek lampir
itu.”Tika malah nerocos panjang lebar yang bikin Liha betek tingkat nasional.
Tanpa banyak bicara lagi-lagi Liha meninggalkan Tika yang
senyam-senyum sok manis. “Jiah, aku di tinggal lagi ama tuh anak.Baik sih baik
tapi nyebelin juga, untung aku teman yang sangat baik hati.”Tika malah membuat
lelucon dan ketawa-tiwi sendirian sambil memandang Liha yang berjalan entah
kemana.Setelah hari itu berakhir Liha merasa sedikit lega, walaupun dia tetap
harus mempersiapkan mentalnya untuk hari esok dan seterusnya sampai dia lulus
dari sekolah itu dan berharap tidak lagi satu sekolah dengan April ataupun
Sani.
**********
Waktu
yang ditunggu-tunggu oleh Liha akhirnya datang juga, pengumuman hasil ujian
nasional yang akan membawanya kemana akan bersekolah setelah ini. Sebenarnya
setelah ujian nasional dilaksanakan Liha telah mendaftarkan dirinya di SMK Axis
AndyPutra.Walaupun dia juga belum tau hasilnya bagaimana. Jam menunjukkan pukul
13.00 dan saatnya membuat jantung seluruh siswa SMP se-Indonesia berdegup
kencang karena tidak sabar mendengarkan hasil jerih payah mereka selama tiga
tahun.
Hasil
ujian telah di bagi dan yang tidak disangka, April meraih nilai tertinggi di
SMP se-kotanya.Yang secara otomatis juga peraih nilai tertinggi di sekolahnya.
Dan peringkat keduanya diraih oleh Liha yang membuat seluruh siswa sekolah itu
berdecak kagum atas apa yang diraih oleh April dan Liha, tak terkecuali Sani
yang tergosipkan akan segera putus dengan April karena Sani ketahuan punya
pacar lain selain April. Namun Liha tak sesenang biasanya ketika mendengar
April putus dengan pacarnya.
Yang ada
di benak Liha hanyalah dia segera pergi jauh dari pandangan April dan membuka
lembaran hidup barunya di sekolah barunya nanti.Keesokan harinya adalah
pengumuman penerimaan siswa baru di SMK yang dituju oleh Liha dan hebatnya lagi
Liha di terima di sekola itu.“Ha, selamat ya kamu diterima di sekolah ini.”Tika
memberi ucapan selamat pada Liha. “iya, terimakasih sahabatku tersayang.
Selamat juga kamu kan juga sudah diterima oleh sekolah yang kamu inginkan sejak
kecil, bahkan duluan kamunya yang di terima di sekolah baru.”Liha menjawab
dengan nada yang indah karena saking senangnya dia. “Hehe, iyadeh.Gimana kalau sekarang kita rayain
penerimaan ini, makan di tempat biasanya aja deh, tapi kamu yang nraktir.Kan
kamu bentar lagi bakal ninggalin aku.” Tika membujuk Liha agar dia mau
membelikan makan, karena Liha sadar sebentar lagi akan jauh dari Tika jadi dia
menurutinya.
**********
Sudah
hampir seminggu Liha berada di sekolah barunya dengan teman-teman dan suasana
baru.Dia sangat menikmati kehidupannya sekarang, tidak lagi bertemu Sani yang
super jutek dan tak lagi menaruh harapan pada April.Tapi sepertina hatinya
mulai tergoyah untuk menyukai cowok lainyang ada di sekolahnya.Liha anaknya
memang cantik sehingga banyak cowok di sekolah barunya yang ingin mendekatinya,
hanya saja Liha tak sembarangan memilih teman dekat.Hanya cowok dengan
ciri-ciri tertentu saja yang dia terima untuk menjadi teman dekatnya, itu saja
hanya sekedar temannya, tak lebih dari itu.
Cowok
pertama yang dekat dengannya adalah Bintang, kakak kelas Liha yang dulu saat
masa orientasi menjadi fasilitatornya. Hubungan Liha dengan cowok ini tak
berlangsung lama karena Bintang adalah salah satu cowok beken di sekolahnya,
sehingga Liha sadar bila dia terus dekat dengan Bintang justru akan membuatnya
ingat dengan masa ketika dia masih SMP.Ketika Liha sudah agak jauh dari Bintang,
kembali ada cowok yang mendekatinya.Kali ini teman satu kelasnya sendiri,
namanya Lana yang menjabat sebagai ketua kelas di kelas Liha. Sebenarnya sama dengan
Bintang, Lana adalah salah satu cowok yang di idolakan cewek-cewek di
sekolahnya, hanya saja Lana terkenal setia pada pasangannya.
Namun
seperti biasanya Liha tidak semudah itu percaya pada cowok yang mendekatinya,
Liha masih menyimpan rasanya untuk April yang sekarang satu sekolah dengan
sobat kentelnya Tika.Dan yang lebih mengejutkan lagi, di sekolah baru April dia
sudah punya pacar baru yang membuat Liha sedikit shock.Walaupun Liha telah
mencoba membuka lembar baru dan membuka hatinya untuk cowok lain, namun dia
belum bisa melupakan perasaannya pada April.Saat mendengar berita dari Tika
saja dia langsung terkejut.“Apao?Sumpaoh?dia punya pacar baru? Itu anak cepet
banget sih move onnya.” Jawab Liha setelah Tika memberi tau kalau April sudah
punya pacar baru. “Kamu ntu kayak ndak tau April aja, pacarnya lebih cantik
dari Sani loh J. Kamunya gimana udah dapet taksiran baru belum?”Lagi-lagi Tika
menggoda Liha.
“Ada sih,
tapi aku kan baru kenal sama dia. Dan aku juga belum terlalu tau gimana sifat
dan pribadinya.” Liha malah mengeluhkan Lana. “Yah justru itu pedekate dulu
dong, biar kamu tau seluk beluk dia dulu.” Seperti biasanya, Liha justru
meninggalkan Tika saat Tika belum selesai memberi saran.Liha terus berjalan
menuju tempat favoritnya yang lokasinya lumayan dekat dari rumah Tika, tempat
tongkrongan Liha dan Tika yang paling favorit.Di tempat itu Liha meresapi
kata-kata dari Tika untuk mencoba menerima Lana dalam kehidupannya. Akhirnya
dia memutuskan untuk mengirim sms pada Lana yang percakapannya berisi
Liha: hai, Lana… kamu pulang kampung kan?
Gimana seru nggak liburannya?
Lana: hai juga..lumayan sih, hanya saja kurang
lama liburannya, hehe.. kamu gimana?
Liha: waahhh dasar kamu, mau libur sepanjang
tahunpun di anggap kurang. Liburanku ya seru dong..ketemu temen-temen lama kan
seru banget.
Lana: haha..memangnya kamu nggak kurang
liburan cuma seminggu? Cieh iya deh iya yang lagi seneng J
Sms antara Liha dan Lana
berlanjut dengan asyik, dan hal itu membuat Liha semakin penasaran dengan
kepribadian Lana.Begitu juga dengan Lana yang semakin menaruh perasaan dan
harapannya pada Liha.Hubungan mereka berlanjut serius dan sepertinya mereka
berdua sama-sama jatuh cinta, mereka sering berjalan-jalan bersama.Setelah
liburan usai mereka kembali bersekolah dan kembali menikmati segelintir
tugas-tugas dari sekolah.
Lokasi
sekolah mereka lumayan jauh dari tempat tinggal mereka, sehingga mereka
sama-sama menjadi anak kos. Letak kos-kosan mereka berdua pun tidak terlalu
jauh, sehingga bila mereka berangkat sekolah atau ingin membeli makanan atau
hanya sekedar jalan-jalan, mereka melakukannya bersama.Hal itu membuat
anak-anak di sekolah mereka menyangka bahwa mereka sudah berpacaran.Itu membuat
Liha menjadi bingung karena sebenarnya dia tak ingin menjadikan Lana lebih dari
seorang teman.
**********
Hampir
sebulan Liha menjalani hubungan tanpa statusnya dengan Lana, yang di gosipkan
telah mempunyai gebetan selain Liha.Selain dekat dengan Lana, Liha juga dekat
dengan satu teman cowok di kelasnya yang bernama Dana, walaupun tak banyak yang
mengetahuinya.Ahkir-akhir ini Liha lebih banyak menghabiskan waktu dengan Dana
daripada Lana, walaupun dia tetap menaruh harapan pada Lana.Dan pada suatu hari
Dana mengajak Liha untuk pergi jalan-jalan tetapi juga ingin mengajak Liha membicarakan
hal yang serius katanya.
“Ada
hal penting apa sih Dan, kok tumben kamu ngajakin aku keluar cuman berdua?”Liha
mengawali pembicaraan. “Aku mau tanya suatu hal sama kamu, tapi kamu harus
jawab jujur ya” jawab Dana. Ternyata hal yang ingin di tanyakan pada Liha oleh
Dana mengenai hubungan Liha dengan Lana.Dari situ Liha menjelaskan kalau Liha
tak ada hubungan yang lebih dari teman dengan Lana, Liha hanya menganggap Lana
sebagai sahabatnya walaupun sebenarnya Liha menaruh harapan pada Lana.Yang sangat
tidak di sangka Dana justru senang mendengar penjelasan Liha, karena diam-diam
Dana menyukai Liha.
“Kamu tak
harus berpijak hanya pada satu tempat yang belum tentu
membawa kebaikan untukmu.”Tanggapan Dana yang membuat Liha bingung.“Maksud kamu
gimana?Aku tidak bisa memahami apa yang kamu ucap barusan.”Liha memasang
ekspresi bingung. “Tak ada maksud kok, sudah malam ayo pulang.”Dana justru
mengalihkan perhatian.Setelah sampai di rumah, Dana semakin terfikirkan oleh
ucapannya sendiri yang membuat Liha bingung. Dan untuk keesokan harinya Dana
memutuskan untuk mengungkapkan perasaanya pada Liha, kalau perlu di depan
teman-teman di sekolahnya.
**********
Bel
istirahat berbunyi dan seluruh siswa berlarian keluar kelas, ada yang ke
kantin, perpustakan, dan ada pula yang hanya sekedar duduk di depan kelas
sambil meluapkan kelelahan usai pelajaran. Di kantin sekolah, Liha sedang makan
bersama teman-temannya dan tiba-tiba segerombol cowok datang menghampiri meja
tempat Liha dan teman-temannya makan. Di tengah-tengah gerombolan cowok itu,
Dana memasang wajah berseri dengan membawa setangkai mawar merah yang akan
diberikan pada salah satu cewek yang ada di meja itu.
Tak
disangka Dana memanggil nama Liha dengan kerasnya, dan mengucapkan kata cinta
pada Liha. “Liha!Aku sudah menyukaimu sejak lama, maukah kamu menjadi
pacarku?”Sontak saja muka Liha langsung merah padam, karena merasakan semua
orang yang ada di penjuru kantin memperhatikannya, dan bahkan agak lama
kemudian orang-orang yang ada disana meneriaki Liha.“Terima, terima, terima…
terima Liha.” Liha hanya bisa bengong dan tak tau apa yang harus dilakukannya.
Namun dalam hatinya dia menyadari mengapa dia hanya berharap pada orang yang
tak pernah memberi kepastian padanya, padahal ada cowok yang benar-benar tulus
mencintainya.
“Aku mau
menjadi pacarmu Dana, asalkan kamu mau menerima aku apa adanya.” Tepuk tangan
meriah langsung terdengar di kantin sekolah itu.Dan begitulah akhir cerita cinta
dari Liha, dia baru mengerti arti ucapan Dana “Kamu tak harus berpijak hanya pada
satu tempat yang belum tentu membawa kebaikan untukmu, yang berarti jangan
menaruh harapan pada orang yang tak pernah memberi kepastian untuknya.
***********
Sudah hamper sebulan Liha menjalin hubungan dengan Dana, Liha telah
mampu pergi dari masa lalunya. Tak lagi mengingat April yang entah pacarnya
siapa sekarang, tak lagi mau di beri harapan palsu oleh orang yang tak pernah
memberi kepastian. Yang ada dalam hidupnya hanyalah rasa sayangnya pada Dana
yang dia harapkan akan menjadi rasa sayang yang abadi. Liha percaya, dulu dia
tak pernah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, namun apa yang dia
inginkan akan tetap terwujud bila telah tepat pada waktunya.