Sabtu, 20 April 2013

SEGALANYA INDAH PADA WAKTUNYA



Alarm sudah berbunyi sekitar dua menit yang lalu, namun tetap saja Liha tak mau beranjak dari tempat tidurnya.Dia tak menyadari kalau waktu berjalan dan semakin siang. “Loh, sudah jam 5 toh?” Teriak Liha ketika dia sadar bahwa alarm pada jamnya telah memanggil-manggilnya sejak tadi. Dengan keadaan semangat tak semangat dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat ke sekolah.
          Lagi-lagi harus ke sekolah, pikirnya dalam hati.Akhir-akhir ini Liha memang sedikit malas ke sekolah, alasannya berbeda dengan teman-temannya seperti karena banyak tugas, malas di omelin guru namun karena Liha malas bertemu cowok yang dia suka dan pacar tersayang cowok itu.Intinya sih cemburu.Cowok keren yang di taksir Liha bernama April.
          #ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu. Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu. Ku kan selalu disini untuk menunggumu….
          Terdengar ringtone favorit Lia yang bertanda ada telefon masuk.“Duh!Siapa sih pagi-pagi gini nelfon.”Liha menggerutu. “Halo, Ada apa sih Tika?! Pagi-pagi gangguin orang aja.”Bentak Liha pada Tika, sobat kentelnya.
          “Idih, kenapa lu! Pagi-pagi malah marah kayak kecoak salahurat gitu!” sewot Tika.“Eh, pakek ngatain aku lagi! Entar aja deh ngobrolnya kalau udah di sekolah, takut telat nih. Daa assalamualaikum.”Terocos Liha tanpa tau apakah Tika masih mendengarnya atau tidak.“Waalaikumsalam. Uh dasar Liha, untung aja aku sabar bertemen sama kamu.” Tika ngedumel sambil ngliatin layar hapenya.
          Jam udah nunjukkin pukul 06.00 dan biasanya Liha sudah berangkat ke sekolah, berbeda dengan hari ini. Dia baru berangkat jam enam lebih seperempat. Saat sampai di sekolah Tika menyambut Liha dengan sedikit kehebohan. “He anak paling rajin jam segini baru dateng.” Sontak Liha meneriaki balik “Diam kamu! Lagi unmood ke sekolah nih L.” “Lebay luh..bukannya seneng nih hari ini kan ada rapat NEMA.” Tika mencoba menggoda Liha.
NEMA adalah nama majalah di sekolah mereka, dan Liha adalah wakil redaksi majalah itu. “Loh kan Tika mulai deh ..seneng apanya coba? Biasanya kan juga sering ada rapat.”Liha sedikit membela diri. “Tapi kan ini kesempatan kamu buat mandangin pangeran kamu tanpa takut sama ceweknya yang kayak nenek lampir itu. Hahaha.”Tika malah membuat lelucon. “Itu sih kamu Tik, suka ngambil kesempatan dalam kesempitan, kalau aku sih nggak kayak gitu.” Lagi-lagi Liha membela diri.Tanpa menunggu celotehan dari Tika, Liha langsung berbalik badan dan menuju ruangan khusus redaksi NEMA.
Ternyata di dalam ruangan itu teman-teman redaksi NEMA telah berkumpul dan sepertinya mereka menunggu kedatangan Liha.“Eh, kemana aja sih? Gak dengerin pengumuman kemarin ya, yang lain pada tepat waktu ini molor sendiri.” April memarahi Liha, dan tentu saja Liha dibuat geram olehnya.“Kamu tuh bisa nggak sih, sehari aja gak ngomelin aku!Oke aku sadar aku salah, tapi jangan bentak-bentak aku di muka umum dong, malu tauk!”Liha dan April malah terlibat perdebatan yang akhirnya di hentikan oleh teriakan Sani, pacar April.“Kalian tuh kayak anak kecil ya, pagi-pagi udah ribut. Bisa diem gak sih.”Sontak semua orang di dalam ruangan memperhatikan mereka bertiga.
“Udah dong guys debatnya. Di lanjutin kalau rapatnya sudah usai, oke! Kasihan temen-temen pada nungguin tuh.”Sahut Deva salah satu redaksi NEMA. “kedatengan Liha tuh bikin suasana jadi muram.” Bisik Sani pada temannya.Liha pun hanya bisa terdiam seraya memperhatikan wajah April yang innocent itu.Dan rapat pun kembali dilanjutkan.Sedangkan Sani masih saja memasang wajah cemburu pada Liha dan April.Terang saja April dan Liha terlihat begitu dekat, namanya juga ketua dan wakil ketua redaksi.Namun Sani tetap tidak mau menerima alasan yang menurutnya tak masuk akal itu.
Saat rapat usai semua redaksi dan koordinator divisi melaksanakan diskusi untuk pembagian tugas dalam penyelenggaraan acara ulang tahun NEMA.Di tengah-tengah diskusi tersebut entah disengaja atau tidak April dan Sani tiba-tiba menyanyikan lagu Rossa yang berjudul Ku Menunggu. Kemudian ada yang berbisik-bisik, “Kok mereka tega ya, padahal kan April dan Sani tau kalau Liha udah naksir sama April sejak kelas 7.” Dan anak yang lain menyahutnya, “Kamu kayak ndak tau Sani aja, dia kan memang hobinya nyakitin orang lain.” Anak-anak itu langsung terkejut karena baru menyadari Liha telah berdiri di belakang mereka.“Kalian kalau ngomongin orang jangan di depannya di belakangnya aja ya.”Sindir Liha pada anak-anak itu.
Di SMPN 4 Pertiwi memang sejak lama sudah banyak yang tau kalau Liha naksir sama April. Jelas saja mereka berdua adalah ikon kebanggaan dari sekolah itu, jadi mereka cukup terkenal.Apalagi sejak April berpacaran dengan Sani yang dikenal sok dalam segala hal disana. Dan anak-anak di sekolah itu akan lebih setuju bila April berpacaran dengan Liha, yang dikenal baik dan pandai.
“Betek betek betek, pingin pulang.Males ke sekolah deh kalau tiap hari kayak gini. Pingin terjun ke jurang paling dalem di dunia rasanya.”Liha ngomel-ngomel sendiri yang tak sengaja terdengar oleh Tika, “Ngapain buk seharian ngomel muluk, udah sabar kamu kayak baru kenal aja ama Sani.Aku udah tau ceritanya kok, tadi anak-anak pada ngomongin kamu sama si nenek lampir itu.”Tika malah nerocos panjang lebar yang bikin Liha betek tingkat nasional.
Tanpa banyak bicara lagi-lagi Liha meninggalkan Tika yang senyam-senyum sok manis. “Jiah, aku di tinggal lagi ama tuh anak.Baik sih baik tapi nyebelin juga, untung aku teman yang sangat baik hati.”Tika malah membuat lelucon dan ketawa-tiwi sendirian sambil memandang Liha yang berjalan entah kemana.Setelah hari itu berakhir Liha merasa sedikit lega, walaupun dia tetap harus mempersiapkan mentalnya untuk hari esok dan seterusnya sampai dia lulus dari sekolah itu dan berharap tidak lagi satu sekolah dengan April ataupun Sani.
**********
Waktu yang ditunggu-tunggu oleh Liha akhirnya datang juga, pengumuman hasil ujian nasional yang akan membawanya kemana akan bersekolah setelah ini. Sebenarnya setelah ujian nasional dilaksanakan Liha telah mendaftarkan dirinya di SMK Axis AndyPutra.Walaupun dia juga belum tau hasilnya bagaimana. Jam menunjukkan pukul 13.00 dan saatnya membuat jantung seluruh siswa SMP se-Indonesia berdegup kencang karena tidak sabar mendengarkan hasil jerih payah mereka selama tiga tahun.
Hasil ujian telah di bagi dan yang tidak disangka, April meraih nilai tertinggi di SMP se-kotanya.Yang secara otomatis juga peraih nilai tertinggi di sekolahnya. Dan peringkat keduanya diraih oleh Liha yang membuat seluruh siswa sekolah itu berdecak kagum atas apa yang diraih oleh April dan Liha, tak terkecuali Sani yang tergosipkan akan segera putus dengan April karena Sani ketahuan punya pacar lain selain April. Namun Liha tak sesenang biasanya ketika mendengar April putus dengan pacarnya.
Yang ada di benak Liha hanyalah dia segera pergi jauh dari pandangan April dan membuka lembaran hidup barunya di sekolah barunya nanti.Keesokan harinya adalah pengumuman penerimaan siswa baru di SMK yang dituju oleh Liha dan hebatnya lagi Liha di terima di sekola itu.“Ha, selamat ya kamu diterima di sekolah ini.”Tika memberi ucapan selamat pada Liha. “iya, terimakasih sahabatku tersayang. Selamat juga kamu kan juga sudah diterima oleh sekolah yang kamu inginkan sejak kecil, bahkan duluan kamunya yang di terima di sekolah baru.”Liha menjawab dengan nada yang indah karena saking senangnya dia. “Hehe, iyadeh.Gimana kalau sekarang kita rayain penerimaan ini, makan di tempat biasanya aja deh, tapi kamu yang nraktir.Kan kamu bentar lagi bakal ninggalin aku.” Tika membujuk Liha agar dia mau membelikan makan, karena Liha sadar sebentar lagi akan jauh dari Tika jadi dia menurutinya.
**********
Sudah hampir seminggu Liha berada di sekolah barunya dengan teman-teman dan suasana baru.Dia sangat menikmati kehidupannya sekarang, tidak lagi bertemu Sani yang super jutek dan tak lagi menaruh harapan pada April.Tapi sepertina hatinya mulai tergoyah untuk menyukai cowok lainyang ada di sekolahnya.Liha anaknya memang cantik sehingga banyak cowok di sekolah barunya yang ingin mendekatinya, hanya saja Liha tak sembarangan memilih teman dekat.Hanya cowok dengan ciri-ciri tertentu saja yang dia terima untuk menjadi teman dekatnya, itu saja hanya sekedar temannya, tak lebih dari itu.
Cowok pertama yang dekat dengannya adalah Bintang, kakak kelas Liha yang dulu saat masa orientasi menjadi fasilitatornya. Hubungan Liha dengan cowok ini tak berlangsung lama karena Bintang adalah salah satu cowok beken di sekolahnya, sehingga Liha sadar bila dia terus dekat dengan Bintang justru akan membuatnya ingat dengan masa ketika dia masih SMP.Ketika Liha sudah agak jauh dari Bintang, kembali ada cowok yang mendekatinya.Kali ini teman satu kelasnya sendiri, namanya Lana yang menjabat sebagai ketua kelas di kelas Liha. Sebenarnya sama dengan Bintang, Lana adalah salah satu cowok yang di idolakan cewek-cewek di sekolahnya, hanya saja Lana terkenal setia pada pasangannya.
Namun seperti biasanya Liha tidak semudah itu percaya pada cowok yang mendekatinya, Liha masih menyimpan rasanya untuk April yang sekarang satu sekolah dengan sobat kentelnya Tika.Dan yang lebih mengejutkan lagi, di sekolah baru April dia sudah punya pacar baru yang membuat Liha sedikit shock.Walaupun Liha telah mencoba membuka lembar baru dan membuka hatinya untuk cowok lain, namun dia belum bisa melupakan perasaannya pada April.Saat mendengar berita dari Tika saja dia langsung terkejut.“Apao?Sumpaoh?dia punya pacar baru? Itu anak cepet banget sih move onnya.” Jawab Liha setelah Tika memberi tau kalau April sudah punya pacar baru. “Kamu ntu kayak ndak tau April aja, pacarnya lebih cantik dari Sani loh J. Kamunya gimana udah dapet taksiran baru belum?”Lagi-lagi Tika menggoda Liha.
“Ada sih, tapi aku kan baru kenal sama dia. Dan aku juga belum terlalu tau gimana sifat dan pribadinya.” Liha malah mengeluhkan Lana. “Yah justru itu pedekate dulu dong, biar kamu tau seluk beluk dia dulu.” Seperti biasanya, Liha justru meninggalkan Tika saat Tika belum selesai memberi saran.Liha terus berjalan menuju tempat favoritnya yang lokasinya lumayan dekat dari rumah Tika, tempat tongkrongan Liha dan Tika yang paling favorit.Di tempat itu Liha meresapi kata-kata dari Tika untuk mencoba menerima Lana dalam kehidupannya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengirim sms pada Lana yang percakapannya berisi
Liha: hai, Lana… kamu pulang kampung kan? Gimana seru nggak liburannya?
Lana: hai juga..lumayan sih, hanya saja kurang lama liburannya, hehe.. kamu gimana?
Liha: waahhh dasar kamu, mau libur sepanjang tahunpun di anggap kurang. Liburanku ya seru dong..ketemu temen-temen lama kan seru banget.
Lana: haha..memangnya kamu nggak kurang liburan cuma seminggu? Cieh iya deh iya yang lagi seneng J
            Sms antara Liha dan Lana berlanjut dengan asyik, dan hal itu membuat Liha semakin penasaran dengan kepribadian Lana.Begitu juga dengan Lana yang semakin menaruh perasaan dan harapannya pada Liha.Hubungan mereka berlanjut serius dan sepertinya mereka berdua sama-sama jatuh cinta, mereka sering berjalan-jalan bersama.Setelah liburan usai mereka kembali bersekolah dan kembali menikmati segelintir tugas-tugas dari sekolah.
          Lokasi sekolah mereka lumayan jauh dari tempat tinggal mereka, sehingga mereka sama-sama menjadi anak kos. Letak kos-kosan mereka berdua pun tidak terlalu jauh, sehingga bila mereka berangkat sekolah atau ingin membeli makanan atau hanya sekedar jalan-jalan, mereka melakukannya bersama.Hal itu membuat anak-anak di sekolah mereka menyangka bahwa mereka sudah berpacaran.Itu membuat Liha menjadi bingung karena sebenarnya dia tak ingin menjadikan Lana lebih dari seorang teman.
**********
          Hampir sebulan Liha menjalani hubungan tanpa statusnya dengan Lana, yang di gosipkan telah mempunyai gebetan selain Liha.Selain dekat dengan Lana, Liha juga dekat dengan satu teman cowok di kelasnya yang bernama Dana, walaupun tak banyak yang mengetahuinya.Ahkir-akhir ini Liha lebih banyak menghabiskan waktu dengan Dana daripada Lana, walaupun dia tetap menaruh harapan pada Lana.Dan pada suatu hari Dana mengajak Liha untuk pergi jalan-jalan tetapi juga ingin mengajak Liha membicarakan hal yang serius katanya.
          “Ada hal penting apa sih Dan, kok tumben kamu ngajakin aku keluar cuman berdua?”Liha mengawali pembicaraan. “Aku mau tanya suatu hal sama kamu, tapi kamu harus jawab jujur ya” jawab Dana. Ternyata hal yang ingin di tanyakan pada Liha oleh Dana mengenai hubungan Liha dengan Lana.Dari situ Liha menjelaskan kalau Liha tak ada hubungan yang lebih dari teman dengan Lana, Liha hanya menganggap Lana sebagai sahabatnya walaupun sebenarnya Liha menaruh harapan pada Lana.Yang sangat tidak di sangka Dana justru senang mendengar penjelasan Liha, karena diam-diam Dana menyukai Liha.
“Kamu tak harus berpijak hanya pada satu tempat yang belum tentu membawa kebaikan untukmu.”Tanggapan Dana yang membuat Liha bingung.“Maksud kamu gimana?Aku tidak bisa memahami apa yang kamu ucap barusan.”Liha memasang ekspresi bingung. “Tak ada maksud kok, sudah malam ayo pulang.”Dana justru mengalihkan perhatian.Setelah sampai di rumah, Dana semakin terfikirkan oleh ucapannya sendiri yang membuat Liha bingung. Dan untuk keesokan harinya Dana memutuskan untuk mengungkapkan perasaanya pada Liha, kalau perlu di depan teman-teman di sekolahnya.
**********
Bel istirahat berbunyi dan seluruh siswa berlarian keluar kelas, ada yang ke kantin, perpustakan, dan ada pula yang hanya sekedar duduk di depan kelas sambil meluapkan kelelahan usai pelajaran. Di kantin sekolah, Liha sedang makan bersama teman-temannya dan tiba-tiba segerombol cowok datang menghampiri meja tempat Liha dan teman-temannya makan. Di tengah-tengah gerombolan cowok itu, Dana memasang wajah berseri dengan membawa setangkai mawar merah yang akan diberikan pada salah satu cewek yang ada di meja itu.
Tak disangka Dana memanggil nama Liha dengan kerasnya, dan mengucapkan kata cinta pada Liha. “Liha!Aku sudah menyukaimu sejak lama, maukah kamu menjadi pacarku?”Sontak saja muka Liha langsung merah padam, karena merasakan semua orang yang ada di penjuru kantin memperhatikannya, dan bahkan agak lama kemudian orang-orang yang ada disana meneriaki Liha.“Terima, terima, terima… terima Liha.” Liha hanya bisa bengong dan tak tau apa yang harus dilakukannya. Namun dalam hatinya dia menyadari mengapa dia hanya berharap pada orang yang tak pernah memberi kepastian padanya, padahal ada cowok yang benar-benar tulus mencintainya.
“Aku mau menjadi pacarmu Dana, asalkan kamu mau menerima aku apa adanya.” Tepuk tangan meriah langsung terdengar di kantin sekolah itu.Dan begitulah akhir cerita cinta dari Liha, dia baru mengerti arti ucapan Dana “Kamu tak harus berpijak hanya pada satu tempat yang belum tentu membawa kebaikan untukmu, yang berarti jangan menaruh harapan pada orang yang tak pernah memberi kepastian untuknya.
***********
Sudah hamper sebulan Liha menjalin hubungan dengan Dana, Liha telah mampu pergi dari masa lalunya. Tak lagi mengingat April yang entah pacarnya siapa sekarang, tak lagi mau di beri harapan palsu oleh orang yang tak pernah memberi kepastian. Yang ada dalam hidupnya hanyalah rasa sayangnya pada Dana yang dia harapkan akan menjadi rasa sayang yang abadi. Liha percaya, dulu dia tak pernah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, namun apa yang dia inginkan akan tetap terwujud bila telah tepat pada waktunya.